kesendirian

hati sepi , malam sunyi, tak ada pengisi hati , hanya celana bekas dan sepasang sepatu tua dengan sepadan warna kusam yang senantiasa jadi kawan setia kemanapun pergi.
begitu cepat hari hari berlalu, saat tujuan masih tampak mengambang dan samar.
terkadang hati lelah mengumpat, dan rasa bosan ikut andil sebagai pericuh, hanya diam yang jadi obat  sembari menunggu keajaiban datang memberi ketenangan. telah musnahkah segala pengharapanku  , atau terlalu besar hasratku  yang melampaui kemampuan, hingga mata hati terbutakan oleh beribu kesempatan yang tak kusadari kedatangannya ..
biarlah waktu berlalu seiring peradaban yang berubah oleh zaman , sementara  aku tetap diam disudut dunia, sembari menghitung usia.
oh angin malam bawalah harapan kembalilah memenuhi ruang hati.