you

lelah hati menghitung hari,
 entah apa yang sedang aku tunggu perasaaanku diambang kerancuan,  seperti janji cintamu yang sulit untuk kupercaya. sampai kapan aku  menunggu bertahan dalam keinginan semu ditengah harapan kosong.
berdosakah aku mengharapkan kesendirianmu dan mengiginkan kehancuran rumh tanggamu agar kau hidup bersamaku, tidak ... tidak sepantasnya aku memiliki pikiran sejahat itu sebab akan ada hati yang tersakiti dan mungkin lebih sakit dari yang saat ini aku alami.
lalu kenapa kau memberiku harapan indah sementara dengan dirimu sendiri kau tak yakin.
apa yang sebenarnya kamu cari dari seorang aku yang tak memiliki apa apa, jangankan harta tahta kewibawaan bahkan sekedar jaminan rasa aman  sajapun aku tak sanggup memberikannya padamu sebab memang aku tak memilikinya.  namun kau rela  membagi hati untukku ,sementara kau memiliki cinta sejati yang mustahil untuk kau tinggalkan...

apa kau tau ...
aku muak dengan kesendirian ini,  aku benci dengan kesepian yang mengusik batinku setiap malam menjelang, sementara aku tak tau pada siapa kelelahan ini harus kusandarkan ...
namun kita yang tak sehati selalu berbeda pandangan dalam banyak hal masih tetap bersama mempertahankan ketidakpastian, meski sudah berulang kali kucoba menghancurkannya namun kau berusaha membangunnya kembali

biarlah waktu yang akan menghapus jejak cerita ini dan menjadikannya sebagai nostalgia.

terimkasih untukmu yang rela membagi cinta sebab karenamu hidupku menjadi lebih berharga...