kekasih di pojok madiun
melupakanmu adalah perjuangan tersulit yang saat ini sedang ku hadapi, setelah kebersamaan kita lewati sekian lama, begitu tidak mudahnya kenangan itu kulupakan dalam semalam. aku telah berusaha memahami perasaan dan keinginan hatimu demi mempertahankan janji cinta, sebuah komitmen yang dapat menyatukan hati yang sebenarnya berlainan rasa.
namun labilnya hatimu begitu sulit untuk kuselami, hingga perpisahan menjadi jalan terakhir yang harus rela kita pilih agar kedua hati tak saling tersakiti.
kekasih...
begitu banyak pengorbanan yang telah kulakukan dalam hidupmu entah kau anggap penting atau sebatas angin. aku tak tau, sebab kau tak pernah menyatakannya padaku
tapi apapun yang telah kuperjuangkan dalam hidupmu adalah bukti akan cintaku yang telah tumbuh bersemi, yang tak butuh pengakuan untuk kau wartakan kepada setiap orang, cukuplah kau simpan dalam ranah hati sebagai privacy.
biarlah namamu kuhapus dari ingatan, dan tak ingin kuisi dengan yang lain sampai lukaku pulih kembali, sekalipun harus kutahan dera luka disaat hujan datang di akhir malam, ketika gelisah dan sepi hadir beriringan membuat rapuh dinding hati lalu membawamu pulang kedalam ingatan.
namun...
rindu & cinta telah hancur menjadi butiran abu yang tak mungkin kusatukan kembali atas nama kesendirian.
jika boleh kukatakan padamu bahwa saat ini kehadiranmu benar benar kubutuhkan untuk menemaniku menulis sajak sajak cinta tentang sepi yang tak bertuan ini... ya.... hanya untuk menemani ....