Senja di keramaian kota



suatu ketika , pikiran2 konyol ini timbul dari kesadaran normal, disaat kesenjangan yang kuperhatikan memang timpang sebelah..
postur tubuh yang dekil dan berkulit coklat lahir dari keluarga kurang sejahtera bukanlah keinginanku,  tak bermaksud menyesali takdir yang telah ada, namun mengikuti kehendak batin yang ingin berontak 

segelas kopi giras diatas papan kayu yang beberapa bagian sudah mulai lapuk,   2 batang cerutu , sebungkus kacang rebus antarkan aku pada lamunan sore sembari memandangi panorama kota diantara kerumunan mahasiswa petra surabaya yang cantik jelita, ada yang baru datang ada yang pergi ada yang asik bercanda dengan kawan2nya, wajah cantik2 , postur yang ideal,serta  pakaian2 mahal yang membalut tubuh indah para wanita, semakin menampakkan keanggunannya, kurasa mereka adalah manusia2 pilihan tuhan yang tercipta untuk memperindah dunia.... uuuuuuuuuhhhhh rasa hatiku ingin sekali bersanding dengan bidadari2 itu, tapi bagaimana aku harus mengenal , darimana aku memulai, sementara keberadaanku disni serasa orang asing yang berbeda dengan mereka dalam segala hal.
seketika nyali ini ciut, jalan pikir mulai menyempit datanglah rasa minder yang nyaris rendahkan martabat diri.